PAKTA INTEGRITAS UNTUK CLEAN AND GOOD GOVERNANCE

 

Tahun 2012 ini Pemerintah Kota Yogyakarta mulai melakukan reformasi birokrasi secara riil. Penandatanganan sekaligus pencanangan pelaksanaan reformasi birokrasi dilakukan di BalaikotaYogyakarta, pada 7 Maret 2012.

 

Jika mencermati kata perkata mengenai pakta integritas yang ditandatangani, besar harapan saya sudah tidak ada lagi KKN disini. Harapan itu bukan hanya harapan saya, namun juga harapan kita semua karyawan Pemkot Yogyakarta beserta seluruh keluarga kita di rumah dan juga seluruh masyarakat. Doa dan harapan keluarga kita adalah jangan sampai kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma agama, sosial, susila, moral dan juga jauhkan diri kita dari narkoba.

 

Ini dimaknai bahwa kita semua harus menjaga dari semua KKN dan narkoba. Bagaimanapun korupsi itu tidak aman, tidak ada keluarga kita yang mendoakan untuk korupsi. Menjadi fitrah bagi manusia yang mempunyai keinginan untuk memperoleh rejeki yang halal dan toyib. Pakta integritas dapat diartikan sebagai perjanjian komitmen, pakta berarti perjanjian, sedangkan integritas berarti komitmen.

 

Pemerintah Kota Yogyakarta telah berkomitmen untuk menuju terwujudnya good and clean government. Penandatanganan pakta integritas ini adalah tonggak dalam penerapan reformasi birokrasi. Saya harap implementasi clean and good governance bagi aparat harus diejawentahkan menjadi competitive spirit dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik.

 

Garis depan kinerja birokrasi adalah pelayanan publik. Paradigma pembangunan ini menuntut adanya sistem yang bukan saja bekerja secara efisien dan efektif, tetapi juga partisipatif yang mengarah pada pola customer driven baik di dalam relasi internal birokrasi maupun dalam memberikan pelayanan kepada publik. Hasil reformasi birokrasi yang diharapkan tampak adalah yang berkaitan dengan contents, budaya, fungsi dan perilaku yang bersangkut paut dengan lingkup birokrasi.

 

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih membutuhkan aparat birokrasi terutama pejabatnya yang berkualitas yang akan berperan secara sistemik sesuai dengan kedudukannya membangun kesadaran moral, nilai-nilai dan etika yang kuat dan idealis. Seorang pejabat negara yang kehidupan kepemimpinannya bersih dan tidak tercela akan menunjukkan sikap, tindakan dan mentalitas sebagai aparatur negara yang mengabdi kepada negara dan masyarakat.

 

Empowering public services selama ini telah diupayakan Pemkot Yogyakarta dengan harapan memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, tindak pidana korupsi harus disadari masih menjadi masalah yang besar dan harus diperangi. Korupsi berpotensi merusak modal sosial ketika menjalar menjadi sesuatu hal yang ‘biasa’ atau kelaziman yang harus diterima oleh kehidupan masyarakat. Untuk itu komitmen bersama tentang pemberantasan korupsi harus terus digemakan dalam berbagai cara dan rupa.

 

Berbuat baik menjaga amanah adalah hal yang biasa, saya percaya jika masih banyak orang yang baik daripada yang tidak baik, orang yang tidak korupsi masih lebih banyak daripada orang yang korupsi. Saya dan Pak Imam juga akan menandatangani pakta integritas, yang menyaksikan adalah Tuhan karena saya dan Pak Imam adalah orang yang takut sama Tuhan.

 

Saya harapkan moment ini harus mampu menjadi pencerahan bagi para pejabat Pemkot Yogyakarta agar dapat lebih memahami kriteria-kriteria kinerja yang bebas korupsi untuk kemudian mengupayakan pencapaiannya.

 

Saya percaya langkah kecil komitmen yang diawali dengan niat baik, Insya Allah kita semua keluarga besar Pemkot Yogyakarta akan bersih dari hal-hal yang tidak bermanfaat untuk diri sendiri keluarga dan masyarakat.

 

Salam

HS

 

Pencarian

Galeri

Link