Wanita Benteng Keluarga

Menimbang posisi wanita dalam perjalanan sejarah pembangunan bangsa harus kita akui bahwa peran wanita turut mewarnai dalam dinamika berbangsa dan bernegara. Maka sudah sepantasnya jika seorang wanita mendapat tempat khusus dalam masyarakat mengingat perannya yang sangat strategis membentuk generasi ideal, yaitu generasi yang bermoral, tangguh, tanggap dan tanggon dalam menghadapi perubahan dalam menghadapi zaman yang cenderung cepat dan tidak biosa dikendalikan. 

Untuk itu kepada seluruh perempuan Kota Yogyakarta diharapkan dapat meneladani dan meresapi perjuangan RA Kartini dengan kesungguhan berkarya tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan. Jadilan sosok wanita yang bisa diteladani di masyarakat,lingkungan kerja, dan di dalam keluarga melalui sikap yang tangguh, peduli dan menghormati sesama.

Tema peringatan hari kartini tahun ini adalah "Dengan semangat Kartini kita perangi Narkoba, HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya".Memang sebuah tantangan yang berat bagi warga masyarakat Kota Yogyakarta. Karena sebagai kota pendidikan 

dan kota pariwisata, Yogyakarta menjadi tujuan banyak orang untuk melanjutkan study serta tujuan wisatawan. Akibat banyaknya orang berkunjung ke Yogyakarta, dampak lanjutan yang ditimbulkanb adalah adanya penyakit menular seksual di masyarakat termasuk HIV/AIDS serta narkoba.

Bahkan penyebaran narkoba serta HIV/AIDS di masyarakat Yogyakarta telah menyentuh aspek sosial, ekonomi, politik serta hukum. Bahkan telah ditengarai merasuk hingga anggota keluarga. Pada hal demikian peran wanita menjadi sangat vital, bagi berbagai upaya pencegahan dan penanganan kasus penanganan narkoba dan HIV/AIDS. Mengingat kaum wanitalah yang memegang kendali keluarga sehari-hari.

Karena itu kaum wanita perlu meningkatkan kepedulian pada aktivitas sehari-hari anggota keluarganya. Bangunlah keharmonisan dan kesejahteraan keluarga sebagai benteng bagi pengaruh negatif lingkungan sekitar keluarga. Selain itu upayakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga agar terhindar dari berbagai penyakit.

Momentum hari kartini saya harapkan bisa menjadi forum bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, berkaitan dengan penyebaran penanganan narkoba, HIV/AIDS di Kota Yogyakarta. Mari kita bersama-sama mencari solusi terhadap hambatan-hambatan  yang ada. Sehingga masyarakat dan anak-anak kita terhindar dari narkoba dan HIV/AIDS. Jadilan wanita Indonesia, wanita Yogyakarta yang tangguh dan bisa menjadi benteng keluarga dari berbagai godaan negatif perkembangan zaman.

Salam Yogya,

Salam Haryadi Suyuti

 

(dimuat di Harian Republika, Selasa 24 April 2012)

 

Pencarian

Galeri

Link