Pengentasan Kemisikinan di Kota Yogyakarta

Mengawali agenda pagi hari ini, Senin, 4 November 2013, saya bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bappeda Kota Yogyakarta sebagai leading sector serta beberapa instansi/SKPD terkait duduk bersama menyusun program strategis untuk penanggulangan kemiskinan di Kota Yogyakarta. Acara tersebut dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), bertempat di Hotel Rosalia Indah Jl.Veteran 180 A Yogyakarta.

Salah satu permasalahan serius yang perlu mendapatkan penanganan di Kota Yogyakarta adalah jumlah penduduk miskin yang  masih relatif tinggi. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, jumlah penduduk Kota Yogyakarta yang hidup di bawah garis kemiskinan tahun 2012 sebanyak 68.188 jiwa atau 15,94 %. Dibandingkan tahun 2008, dimana jumlah penduduk miskin di Kota Yogyakarta sebanyak 81.334 jiwa atau 18,31%,maka angka kemiskinan Kota Yogyakarta mengalami penurunan sebesar  2,37% dan berdasarkan data BPS tahun 2011, angka kemiskinan di Kota Yogyakarta di bawah atau lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional maupun Propinsi DIY.

Walaupun jumlah penduduk miskin di Kota Yogyakarta setiap tahun mengalami penurunan yang signifikan, namun jumlah penduduk miskin di Kota Yogyakarta masih dirasa cukup besar dan masih jauh dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Yogyakarta, yaitu setinggi-tingginya 3 %.

Pemerintah Kota Yogyakarta mempunyai komitmen yang kuat dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Yogyakarta, baik itu melalui perumusan program dan kegiatan yang pro poor, pro job dan pro growth maupun melalui pengalokasian anggaran pada program dan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan di pelbagai SKPD.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di tingkat Kota Yogyakarta dan di 45 kelurahan dengan tugas melakukan koordinasi dan mengendalikan penanggulangan kemiskinan serta menumbuhkan Gerakan Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta) yaitu suatu gerakan bersama seluruh masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan dengan menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, kepedulian dan kebersamaan.

Saya berharap FGD yang dilaksanakan pada hari ini dapat mengidentifikasi potensi dan memetakan permasalahan dalam rangka mengurangi angka kemiskinan Kota Yogyakarta sekaligus mampu menghasilkan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan atau kendala dalam penanggulangan kemiskinan serta penyusunan program kegiatan TKPK kedepan.

 

Salam Hangat

 

Haryadi Suyuti

 

 

Pencarian

Galeri

Link