REVITALISASI PASAR TRADISIONAL

Tahun 2012 revitalisasi pasar tradisional menjadi sebuah hal yang wajib untuk peningkatan dan pengembangan pasar di era modern ini. Revitalisasi adalah migrasi dari tradisional ke modern. Meskipun bukan semua yang tradisional dirubah begitu saja menjadi modern. Prinsipnya tetap tradisional karena itu keunggulan dan keunikan dari pasar-pasrt kita. tetap mengedepankan tawar menawar dan menjadi tempat perrtemuan langsung pedagang dengan pembeli.


Perubahan dari tradisional ke modern bukan adalah  berbenah tidak hanya dari sisi kebersihan, kenyamanan dan keamanannya tetapi juga kontennya.  Berbenah itu bukan hanya isi tetapi dalam konteks modern. Ini tidak mudah karena pasar juga ajang pelestarian budaya dan tradisi kita. Dan itu juga harus tetap kita pertahankan.

Pasar tradisional saat ini hanya memiliki segmentasi menengah ke bawah. Ke depan itu harus terus diperbaiki bagaimana semua kalangan bisa tertarik masuk pasar. Karena pasar ini juga merupakan ruang budaya kita. Bagaimana kita sering mendengar ada peribahasa Jawa rugi sathak bathi sanak (rugi sedikit tetapi untung memperoleh saudara). Ini merupakan makna bagaimana pasar mengakrabkan pedagang dengan pembelinya.

Karena itulah, penguatan pasar tradisional menjadi fokus perhatian kami ke depan. Bagaimana pasar ini menjadi menarik bagi masyarakat termasuk wisatawan untuk berbelanja di dalamnya.  Keberpihakan kami pada  pasar tradisional bukan sekedar berpihak secara normative sebagai janji politik. Karena tanpa pendampingan dan pembinaan intensif, mereka (pasar) juiga akan  kehabisan energi untuk bersaing dengan pasar modern yang semakin menjamur.


Karenanya revitalisasi bukan hanya dari sisi fisik semata tetapi juga dari sisi marketing dan manajemennya. Dengan begitu, pasar tradisional di Yogyakarta akan semakin nyaman dan menarik bagi konsumen. Meski menerapkan manajemen modern namun ruh dari pasar tradisional harus tetap dipertahankan. Bagaimana bertransaski di pasar tradisional menjadi tempat transaksi yang menyenangkan. Bagaimana transaksi tawar menawar menjadi sebuah hal yang dinikmati konsumen.


Pasar tradisional harus menjadi ruang budaya. Jangan sampai orang kehilangan trust di pasar tradisional. Sehingga berbelanja di pasar menjadi sarana rekreasi tersendiri di Yogyakarta. Mari kita berbelanja di Pasar Tradisional sehingga pasar kita semakin maju dan berkembang.

 

Salam Yogyakarta.

Salam Haryadi Suyuti.

 

Dimuat di Harian Republika Selasa 21 Februari 2012.

 

Pencarian

Galeri

Link