PKL SEHAT DI MALIOBORO DAN YOGYAKARTA

Kesehatan sangat penting untuk mendukung semua sektor termasuk sektor dunia usaha dan pariwisata. Malioboro telah mbalung sungsum identik dengan Yogyakarta. Kawasan ini menjadi tujuan utama wisatawan mengunjungi kota ini. Karena keunikan Malioboro yang memiliki sejarah panjang bagi Yogyakart.  

 

Pedagang Kali Lima (PKL) yang melengkapi kawasan Malioboro memperkaya kawasan ini sehingga menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Keunikan khas PKL di Malioboro yang terkenal mendunia adalah para pedagang Lesehan yang menyajikan aneka masakan khas berselera.

 

Namun ada hal penting yang harus dibenahi agar para wisatawan terus meningkatkan kunjungannya keYogyakarta. Salah satunya dengan menjamin agar makanan dan minuman yang disajikan para PKL terjaga kebersihannya. Selain bersih dan sehat, makanan dan minuman tersebut juga harus memenuhi standar laik hygiene sanitasi.

 

Saya mendukung deklarasi Gerakan PKL Sehat sebagai bagian dari kegiatan Jogja Cinta Sehat 2012 ini. Seluruh PKL perlu melakukan gerakan yang sudah dideklasi ini karena kesehatan memiliki peran penting dalam keberhasilan berbagai sektor termasuk di dunia usaha dan pariwisata.

 

Gerakan PKL Sehat ini kita rencanakan dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu pertama tahap inisiasi yang pelaksanaannya pada 2012 ini, kemudian tahap akselerasi yang pelaksanaannya pada 2013-2014 dilanjutkan dengan tahap Maintenance dan Improvement pada tahun 2015.

 

PKL wajib menjaga kondisi hygienitas makanan dan minuman yang dijual untuk kebaikan bersama.  Komitmen PKL untuk menjaga kesehatan dengan kualitas dan layak standar, akan menjadi daya tarik agar wisatawan terus berkunjung.  

 

Seperti kita ketahui bahwa banyak penyakit yang dapat ditimbulkan dari makanan dan minuman yang tidak laik hygiene diantaranya Hepatitia A, Dysentri, Thypoid, Cacingan, bahkan keracunan. Hal ini harus kita hindari bersama agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Kota Yogyakarta.

 

Dua aspek yang erat kaitannya dengan penyakit tersebut adalah hygiene dan sanitasi. Hygiene berkaitan dengan pekerja (kesehatan umum, kebersihan dan perlengkapan umum). Sedang sanitasi berkaitan dengan faslitas dan penanganan limbah.

 

Deklarasi gerakan PKL Sehat ini telah dilakukan oleh Komunitas Pedagang Kaki Lima di Kota Yogyakarta yang terdiri dari PPKLY (Persatuan Pedagang Kaki Lima Yogyakarta) dengan anggota 3.887 pedagang, juga oleh Paguyuban PKL Pangan di kawasan Malioboro terdiri Paguyuban PKL Padma, Handayani, Lesehan Malioboro dengan anggota 163 orang. Deklarasi dilakukan pada Senin (27/02/2012).

 

Sebagian dari anggota PKL tersebut sebanyak 200 orang telah selesai mengikuti Pelatihan Laik Hygiene Sanitasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Pelatihan ini diantaranya untuk mengubah budaya mencuci peralatan yang biasanya sekedar dicelupkan ke air dalam ember, mereka diharapkan melakukan pencucian lebih laik hygiene dengan melakukan pencucian peralatan melalui air kran/air mengalir.

 

Saat ini Pemkot Yogyakarta juga masih terus melakukan penataan terhadap PKL. Gerobak-gerobak PKL yang berada di sepanjang Malioboro harus sesuai dengan Perda no 26 Tahun 2002 dan Perwal no 37 tahun 2010. PKL disini harus mengikuti aturan yaitu besar tiap lapak atau gerobak pedagang dibatasi maksimal 1,5 x 1,5 meter dengan tinggi maksimal 1,25 meter, hal ini terutama untuk menjaga estetika kawasan Malioboro.

 

Lima Kunci Keamanan Pangan Pedagang Kaki Lima :

 

Pertama, Jagalah Kebersihan.

Kedua, Pisahkan pangan mentah dari pangan matang.

Ketiga, Masaklah dengan benar.

Keempat, Jagalah pangan pada suhu aman.

Kelima, Gunakan air dan bahan baku yang aman.

 

Mari dukung GERAKAN PEDAGANG KAKI LIMA SEHAT,

PEDAGANG KAKI LIMA SEHAT untuk Jogja !

Jogja Sehat !

 

 

Pencarian

Galeri

Link